Laman

Laman

Kamis, 10 April 2014

Topeng-Topeng Alterland

Pelajaran sangat berharga dari kejadian ini.
awalnya aku membuat #StoryOfAlter untuk mengubah mindset orang awam alter. selama ini orang hanya menganggap alterland hanya sebatas selangkangan, tapi lewat #StoryOfAlter aku ingin menunjukkan alter punya orang-orang yang care, yang bisa kita anggap sebagai keluarga sendiri.

memang untuk membuktikan itu tak semudah membalikkan telapak tangan. perlu proses yang panjang dan orang-orang yang sadar akan hal itu. tak semua orang juga berfikir seperti yang ku fikir.
sampai kejadian hari ini...

aku memang berusaha menganggap teman-teman alter sebagai keluarga, itu pun bagi mereka yang menyapaku dengan sopan. jika ada diantara mereka yang minta japri aku pasti kasih, asal mereka meminta dengan baik dan sopan dengan syarat keep privasi. kalau ditanya kenapa begitu gampang ngasih japri untuk anak alter??? jawabanya simple, karena aku ingin mengenal mereka baik-baik dan berteman dengan baik-baik juga. aku buat alter bukan untuk cari musuh.
memang aku berteman di japri dengan beberapa teman alter, aku biasa bercanda, share pengalaman, atau discus tentang apa pun dengan mereka. mereka itu baik sebagai temanku.

tapi hari ini aku deact, kenapa???
karena ada acc yang tidak bertanggung jawab.. yaaa.... dengan menggembor-gemborkan keep privasi seenak jidatnya menyebarkan data pribadiku dan yang lebih parahnya lagi tanpa seijinku. tidak usah aku sebut acc apa, yang jelas tadinya mereka aku anggap sebagai teman, tapi ternyata.....
alterland memang penuh dengan kejutan, dan kita harus berhati-hati
Deact, tadinya yang ada difikirku dengan deact semua masalah selesai. tapi ternyata aku salah, perilaku macam itu hanya membuatku lari dari masalah dan membuatku lebih buruk karena terlalu kekanak-kanakan menyikapi dalam masalah.

karena itu.. lewat share kisah ini aku harap kalian bisa memilah teman mana yang tulus dan tidak. jangan mudah memberikan japri, dan jangan mudah percaya dengan orang lain.
karena semua yang ada di alter bertopeng...
jangan sampai kejadian yang aku alami menimpa teman-teman alter yang lain.. :)
aku kembali ke alterland karena aku yakin masih banyak orang yang tulus ingin berteman denganku, masih banyak yang mendukungku. dan yang terpenting, aku tetap menganggap alterland keluarga :)

You'll never walk alone..... I belive it @kupuliar_

Kamis, 03 April 2014

Getir Liku Hidup

Ini adalah separuh kisah perjalanan hidup @Srihorni yang ingin berbagi pengalaman, barangkali dengan kisah yang tersurat mampu membuka mata kita agar lebih cermat dalam melangkah. 

*******

Saat masuk ke dalam dunia alterland , aku tertarik dengan StoryOfAlter. Tanpa ragu aku ingin menjadi salah satu narasumber, dan berbagi sedikit kisah hidupku. Mungkin memang bisa dibilang kisahku baru seumur jagung untuk dituliska. Tapi aku yakin dengan perjalanan hidupku ini, sampai dititik dimana aku bisa mengenal orang yang benar-benar peduli denganku, bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun.

Kuliah adalah masa-masa dimana seorang remaja sepertiku berada di tingkat tertinggi. Artinya aku merasa sudah dewasa dan bisa melakukan hal apapun yang aku inginkan. Tapi yang aku lakukan mencari cara bagaimana aku bisa membiayai kuliahku. Memang benar orang tuaku tidak sepenuhnya membiayai kuliahku, awalnya memang setiap aku  membutuhkan uang untuk keperluan kuliah aku tinggal minta orang tua. Tetapi keadaan berbalik setelah ayahku mengalami stroke, mau tidak mau, suka tidak suka aku harus mencari tambahan uang untuk biaya kuliahku. Ya.. hitung-hitung membantu meringankan beban orang tua. 

Liku hidupku dimulai ketika aku mengenal seorang pria yang sudah menjalin hubungan denganku kurang lebih selama tiga tahun. Awalnya hubungan kami bisa dibilang baik. Layaknya sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta, kami melakukan hal-hal sebagaimana yang dilakukan remaja. Dia begitu sempurna dimataku, mengerti segala kesulitan dan sering memberi bantuan dikala ku butuh.

Entah apa yang aku lakukan, dia membuatku begitu terpukau. Hari itu memang seharian kami menghabiskan waktu bersama. Perasaan sayang dan cinta yang dia tunjukkan membuatku luluh seketika. Iyaa... tanpa akhirnya kami  ML atas dasar suka sama suka dan tanpa paksaan apapun. Aku sadar kesalahan yang telah kuperbuat. aku menyerahkan harta yang paling beharga yang aku miliki.

Kaget bukan main saat kudapati sudah terlambat menstruasi selama kurang lebih satu minggu. Perasaan bingung menyelimuti benakku, segera berfikir yang harus aku lakukan. Memeriksa dengan tespack adalah cara untuk mengetahui kondisiku. Terselip perasaan penasaran, ragu, takut, semua bercampur. Sebelum memberitahu pacarku, memang aku harus memastikannya terlebih dahulu.

Tes pack sudah ditangan, kaki ini kelu untuk segera beranjak dan memeriksa. Berjalan pelan menuju kamar mandi yang berada di sebelah dapur rumahku. Terdapat dua garis merah diujung tes pack, seketika aku tersungkur dan berusaha menggerak-gerakkan tespack, tidak yakin dengan hasil yang aku dapati. Berdebar, bingung, menyesal, dan... aku harus menerima konsekuensi dari perbuatan yang aku lakukan. AKU HAMIL!!!!

Lemas tak mampu terucap sepatah kata dari mulutku. Hanya berfikir mencari jalan keluar untuk masalah ini. Kuambil ponsel yang tergeletak di kasur untuk menghubungi pacarku. Di benakku terbesit niat menggugurkan kandungan ini. Tak ada jalan lain yang bisa aku lakukan. Malam itu juga aku bercerita tentang kehamilanku ini, aku tidak meminta pertanggung jawaban. Yang aku minta hanya bantuan untuk menggugurkan bayi dalam perutku ini. 

Bagai kilatan petir menyambar ketika aku mendengar jawaban dari pacarku, “aku tidak mau tau tentang kehamilanmu, itu bukan urusanku!” kalimat itu sampai detik ini pun selalu terngiang di telinga. Hanya tangisan yang bisa kulakukan. Kepada siapa aku meminta bantuan. Sejak dia tahu kehamilanku dia jadi jarang menghubungiku. 

Sekuat tenaga aku melakukan beragai cara untuk menggugurkan bayi ini, tidak mungkin bayi ini aku lahirkan dan membiarkan orang tuaku mengetahui anak perempuannya hamil di luar nikah dan parahnya laki-laki yang menghamili putrinya tidak mau bertanggung jawab. Dalam kondisi ayahku yang stroke, apa aku tega menambah beban mereka dengan  masalahku ini??

Segala macam obat sudah aku minum untuk menggugurkan kandunganku tetapi tak ada hasil, sempat aku berfikir untuk jual diri biar mendapatkan uang untuk biaya menggugurkan kandunganku ini. Tapi karena kehamilanku sudah semakin membesar, untuk menggugurkan sudah tidak mungkin. 

Kampus menjadi area terbising buatku. Kehamilanku yang kian hari kian membesar membuat teman-teman seangkatanku berkicau. Hampir setiap hari aku menjadi hot gosip dan bahan pergujingan. Karena aku hamil diluar nikah. Segala macam ledekan, olokkan, cemooh menjadi santapan hari-hariku. Tapi buatku itu bukan hal yang dapat menjatuhkanku, karena aku berfikir mereka tidak berhak atas hidupku dan hal semacam itu masa bodoh buatku.

Arham adalah sosok laki-laki yang menjadi malaikat penolong disaat aku benar-benar merasa terpuruk. Dia temanku masa kecil, disaat semua orang menghindar, menjauh, mencemooh aku dengan sabar dia memberiku penguatan dan motivasi untuk melawan ujian hidup ini. Arham selalu menjadi orang yang memperhatikanku.

Akhirnya aku bertekad untuk melahirkan bayiku, tapi tidak untuk aku rawat. Melihat kondisiku yang seperti sekarang tidak mungkin aku merawat seorang bayi. Jadi aku mencari informasi tentang orang tua angkat. Aku berniat untuk memberikan anakku untuk diadopsi orang, biar dia memiliki orang tua yang baik dan mendapatkan kehidupan yang layak.

Setelah aku seraching-searching di Facebook, aku menemukan sepasan suami istri yang berminat untuk mengadopsi anakku saat sudah lahir. Selama beberapa hari aku berkomunikasi dengan calon orang tua angkat anakku, dan kami memutuskan untuk bertemu. Saat bertemu, dengan penuh keyakinan mereka mengiyakan permintaaku. Aku hanya minta untuk dibiayai selama proses kelahiranku. Hanya itu tidak lebih. Pasangan itu juga memberikan syarat kepadaku, setelah aku memberikan bayiku itu berarti aku sudah tidak berhak atas dia lagi. 

Aku hamil dan tinggal di rumah. Mungkin tersirat tanya, apa orang tuaku tidak curiga? Jelas mama sangat curiga dan selalu bertanya-tanya, tapi aku selalu mengelak setiap pertanyaannya. “dek kok perut kamu makin hari makin besar ya?” pertanyaan seperti itu sering dilontarkan mama. Dan aku selalu menjawabnya “iya ma, ini tambah gendut sekarang makanku banyak” 

Jika di dalam rumah atau di sekitar tempat tinggalku, korset selalu melilit di perutku menutupi kehamilan yang kian membesar. Sakit... jelas sakit bukan main rasanya tapi semua itu aku tahan sampai proses kelahiranku tiba. Seminggu sebelum aku melahirkan, aku kabur dari rumah. Aku langsung di rumah sakit, dan Arham dia yang menemaniku, mengurusku sampai aku diijinkan untuk pulang oleh dokter. 

selama sembilan bulan mengandung, dan Tiga bulan yang lalu aku melahirkan seorang bayi, naluri seorang ibu tiba-tiba muncul...

Aku merasa sangat menyesal karena sudah memberikan darah dagingku sendiri kepada orang lain, sekalipun aku belum pernah memeluk, menggendong, bahkan menciumnya. Andai diberikan kesempatan untuk bertemu dan memeluknya sekali saja, aku hanya ingin berkata maaf anakku.

“Nak.. maafkan bunda  yang tak berguna, 
maafkan bunda telah membuatmu susah saat dalam kandungan, 
maafkan bunda sudah memberikanmu kepada orang lain, 
maafkan bunda tidak bisa merawatmu. 
Sungguh bunda sangat menyayangimu...”

Sebagai catatan, saat aku hamil laki-laki yang tidak bertangung jawab itu memutuskan hubungan denganku. Dan dia tidak pernah mengetahui kalau aku sudah melahirkan dan memberikan bayi kami untuk diadopsi orang lain. Aku tak pernah menyesal melahirkan seorang bayi, rasa takut atau trauma untuk mengandung kembali pu tak pernah terfikir. Yang aku sesali hanya aku tak mampu merawat anakku sendiri.

Perasaan menyesal yang mendalam selalu menggerogoti fikirku. Terlambat memang untuk menyesalinya, yang sekarang harus aku lakukan adalah mencoba bangkit dan menjalani hidupku ke arah yang lebih baik. Saat ini aku sedang bekerja dan berusaha agar aku bisa melanjutkan kuliahku kembali. Menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang layak, itulah targetku sekarang. Menikah dengan pria baik dan mampu bertanggung jawab serta melahirkan seorang anak yang soleh soleha adalah keinginanku.

Dari kisah ini Aku hanya ingin berpesan untuk kalian perempuan jangan pernah melakukan kesalahan yang telah aku perbuat, menjadi seorang ibu adalah hadiah terindah karena menjadi sempurna adalah dambaan setiap perempuan. Untuk kalian pria-pria jadilah seorang pria yang bertanggung  jawab karena menjadi seorang ayah merupakan tugas mulia.

Selasa, 01 April 2014

Sepenggal Kisah Kupuliar



Perjalanan yang membuatku menjelajah alterland, dunia dimana bagi sebagian orang berada di luar nalar,  yang aku pandang dari  sisi yang berbeda.

Awalnya tak pernah terpikir tentang alter, mengerti apa itu alter pun tidak. Sedikit aneh mungkin, aku tau apa itu alter dari pacar. Iya… pacarku yang mengenalkan tentang alterland anggap saja pacarku Chiko namanya.
Aku pacaran LDR, dan komitmen menjadi hal yang kami pegang teguh. Berkomitmen untuk saling jujur, percaya dan saling terbuka satu sama lain. Untuk menjaga komunikasi kami selalu telponan dan itu hampir setiap hari.

Selalu ada obrolan menarik saat berbincang dengannya, entah itu membicarakan orang lain, saling instropeksi satu sama lain, bercerita tentang gebetan, atau mungkin membicarakan rencana masa depan. Yaaa... kadang kami pun PS. hahahahha

Chiko memang cowok yang berbeda dari pacar-pacarku sebelumnya, hal yang sedikit aneh kami tidak melarang jika kami punya gebetan dengan syarat kami harus tahu satu sama lain. Kami biasa menceritakan tentang gebetan masing-masing. Karena aku beranggapan jika seseorang dikekang, maka dia akan bisa berontak atau bahkan bisa menduakan pasangannya.

Pagi itu Chiko bercerita tentang alter. Dia bialang alter merupakan wadah celoteh dari sisi lain diri seseorang. Di alter seseorang bisa berbuat hal apapun yang mereka inginkan tanpa harus menunjukkan identitas mereka. Dari situlah kami penasaran dengan alter, dan kami sepakat untuk membuat akun alter.

Pemberian nama Akunku @Kupuliar_  sempat kami perdebatkan. Kupuliar diambil dari salah satu judul lagu Slank yang berjudul kupu-kupu liar. Kenapa Slank karena kami merupakan salah satu fans dari Slank dan lagu berjudul kupu liar mempunyai makna yang menurut kami luar biasa. 
Setelah kami berdua mempunyai akun alter, kami tak serta merta mempublish bahwa kami sepasang kekasih, disini (alterland) kami tidak saling mengenal, kenapa itu kami lakukan? Jawabannya, kami ingin menjelajah alterland dengan cara kami masing-masing. 

Alterland menjadi cerita menarik buat kami, tak ada kata canggung buat kami untuk saling berbagi cerita. Bahkan ketika ada yang minta japri atau pernah PS dengan anak alter aku selalu bercerita. hahahahaha gilaa memang tapi itu semua tak menjadikan kita renggang. Hal itu menjadi pengalaman buat kami berdua.

Realsex, pernah terbersit untuk melakukannya dengan orang lain. Tapi setelah kami berbincang lebih jauh kami tidak bisa melakukan itu. Jadi kami selalu membatasi diri masing-masing sejauh mana kami bisa nakal dengan gebetan. Yaa… just for fun di dunia maya, biarlah itu menjadi hanya menjadi fantasi kami gak lebih. 

Kami tidak akan pernah menjadikan alter sebagai masalah, kami justru menjadikannya sebagai pengalaman yang tidak semua orang mampu melakukannya. Dan sampai detik ini hubungan kami tetap baik, langgeng, dan semakin menuju ke jenjang yang lebih serius. Maaf aku tidak  bisa menyebutkan siapa itu Chiko, dia sekarang sudah jarang ngalter karena kesibukannya dan mungkin dia akan deact

Saat aku berceletuk tentang keinginanku membuat StoryOfAlter pun, Chiko sangat mendukungku. Dia juga memberikan beberapa gambaran StoryOfAlter mencakup bagian apa saja. Bahkan dia juga memberikan contoh cerita yang baik untuk di posting di StoryOfAlter. Aku banyak mendiskusikan tentang tulisanku, dan dia memberikan masukkan yang begitu luar biasa.

Berbicara tentang StoryOfAlter, kurang rasanya jika tidak menyebutkan @kangcuk. Kakang satu ini sangat membantuku untuk merealisasikan StoryAlter. Partnerku dalam berdiskusi dan partnerku untuk mengenalkanku kepada para kontributor yang sangat luar biasa. Sangat bersyukur karena sudah mengenal @kangcuk. 

Ini kisah yang banyak sekali memberiku pelajaran berharga, sampai dititik aku bisa mewujudkan StoryAlter sungguh pencapaian yang luar biasa buatku. Bisa mengenal teman-teman alter yang memberiku banyak hal luar biasa serta memberiku keluarga baru. 

Aku share kisah seperti ini bukan untuk mendapat simpati atau untuk menyuruh kalian melakukan hal yang sama sepertiku. Aku hanya sedikit berbagi tentang pengalaman mungkin bisa dijadikan pelajaran atau motivasi.
 
Sekali lagi kami tidak pernah membenarkan apa yang kami lakukan, kami hanya mencoba memandangnya dari sudut yang berbeda. Bahwa alter tidak selalu berbau hal yang negative.